KEPALA BPSDMP TEKANKAN PENTINGNYA SELF DIRECTED LEARNING KEPADA PARA TARUNA SELAMA PJJ
Siaran Pers 1597 Views
29 Januari 2021

KEPALA BPSDMP TEKANKAN PENTINGNYA SELF DIRECTED LEARNING KEPADA PARA TARUNA SELAMA PJJ

Mempawah (29/1) - Stakeholder kita di kalangan industri, mengatakan bahwa Taruna BPSDM Perhubungan selain pintar dan terampil juga memiliki sikap disiplin dan inisiatif, ini yang menentukan kunci sukses. Karena sukses itu bukan karena pintar tapi karena karakter. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo, saat memberikan kuliah umum bagi para taruna di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Mempawah, pada Kamis (28/1) di Mempawah.

Hal tersebut, ungkap Sugihardjo, merupakan kelebihan dari Pendidikan berbasis Vokasi yang diterapkan BPSDMP dimana kompetensi diperoleh oleh taruna, itu bukan hanya Knowledge atau pengetahuan. Namun kompetensi yang lengkap berkaitan dengan Knowledge, Skill, dan Attitude.

“Pengetahuan tentang transportasi, ini menjadi persyaratan, diberikan materi, dilakukan evaluasi dalam bentuk tugas dan ujian dalam rangka meningkatkan pengetahuan taruna di bidang transportasi. Tapi karena pendidikan kita merupakan Vokasi, maka 60% adalah praktik, sehingga anda bukan hanya memiliki pengetahuan tapi bisa mempraktekannya, hal itu untuk memperkaya sehingga teori yang diperoleh benar-benar dirasakan. Namun demikian, di samping pengetahuan dan keterampilan yang justru lebih penting adalah attitude atau yang kita sebut dengan soft skill competence, kepribadian, disiplin, kejujuran, integritas, sikap, dan perilaku menjadi penting. Kombinasi dari Knowledge, Skill, dan Attitude tersebut akan membentuk kemampuan, membentuk karakter, dan pribadi yang tangguh.” Ungkap Sugihardjo.

Selain itu, Sugihardjo juga menambahkan, bahwa selain Knowledge, Skill, dan Attitude. Kunci sukses berikutnya adalah setting goal atau sasaran dan tujuan, Untuk dapat menentukan tujuan tersebut, para taruna harus memiliki soft skill competence yang dikenal dengan 4C, yaitu Critical Thinking, Creative Solution, Colaboration dan Communication Skill

“Setelah set goal harus dibuat perencanaan, bagaimana jangka panjang dan tahapannya bagaiamana, tahap berikutnya adalah learn, apabila kita telah membuat rencana maka kita harus pelajari bagaimana mewujudkan rencana tersebut harus ada risk management, resiko rencana untuk kita pelajari dan disempurnakan. Setelah rencana tersebut sempurna, kunci sukses berikutnya adalah Show atau pembuktian, seringkali kita hebat membuat rencana tapi tidak mampu mewujudkannya, karena pengusaha yang sukses itu bukan yang bisa melihat peluang tapi harus mampu merebut peluang, dan jangan pernah takut gagal. Kunci sukses terakhir adalah evaluasi sebagai satu refleksi untuk kita setting goal berikutnya.” Tambah Sugihardjo.

Oleh karena itu, Sugihardjo menyatakan agar, proses pembelajaran di BPPTD Mempawah harus dapat berubah, tidak lagi bertumpu pada dosen, pada peralatan, pada lab, dan pada metode, tumpuan pembelajaran adalah justru ada pada taruna atau self directed learning.

“Apabila dulu model belajar istilahnya one to many, satu dosen sebagai sumber pengetahuan kepada banyak taruna, namun sekarang sistem pembelajaran saat ini bukan itu lagi, sumber informasi bukan hanya dosen, anda bisa buka google, youtube dan sebagainya. Ilmu pengetahuan tersebar di dunia maya, istilahnya Dunia berada dalam genggaman, segala sesuatu ada dalam smartphone kita. Maka dari itu sejak tahun lalu saya telah membuat aturan yang biasanya taruna tidak boleh membawa handphone dan laptop sebagai akses informasi.” Ucap Sugihardjo.

Potensi menjadi Politeknik

Selain memberikan materi kuliah umum, Sugihardjo juga memberikan pengarahan kepada Civitas Akademika BPPTD Mempawah. menurutnya BPPTD Mempawah berpotensi menjadi Politeknik, karena pertama sudah menerima taruna, meskipun 239 Taruna yang ada saat ini statusnya adalah Taruna STTD yang ditempatkan di Mempawah, hal tersebut sama seperti Politeknik Transportasi Darat Bali dan Politeknik Transportasi SDP Palembang saat dulu masih berstatus Balai.

“Kedua, secara geografis, Kalimantan yang sangat luas ini, belum memiliki kampus transportasi baik laut, udara, maupun darat. Sehingga berpotensi sebagaimana aspirasi dari wakil rakyat yang duduk di DPR berharap di Kalimantan ada kampus Transportasi, sehingga ke depan BPPTD Mempawah sangat dimungkinkan untuk berkembang menjadi Politeknik.” Ungkap Sugihardjo.

Sehingga, untuk berkembang menjadi Politeknik, Sugihardjo menambahkan, jajaran BPPTD Mempawah haru membuat road map perencanaan kapan siap bertransformasi menjadi Politeknik.

“yang pertama kalau berkaitan dengan fasilitas gedung dan lab, itu prosesnya lebih mudah, tergantung anggaran kita bisa sediakan. Tetapi yang menyangkut SDM itu perlu persiapan yang matang, saat ini tenaga pengajar di BPPTD Mempawah berasal dari dosen di PTDI STTD dan dosen dari Tanjung Pura, tetapi belum ada yang menjadi dosen tetap yang berasal dari BPPTD Mempawah karena Tarunanya masih berstatus Taruna PTDI STTD  sehingga Kepala Jurusan dan Kepala Prodi adanya di PTDI STTD.” Tambah Sugihardjo.

Untuk berkembang, Sugihardjo berpesan, bahwa jajaran BPPTD Mempawah tidak dapat berdiri sendiri, sehingga harus dapat berkolaborasi dengan Pusbang Darat dan Sekretariat BPSDMP untuk merencanakan tahun berapa akan menjadi Politeknik.

“Ini menjadi tugas kita untuk merencanakan BPPTD Mempawah menjadi Politeknik daripada kita harus mengembangkan lagi di tempat lain, ini sudah ada fasilitas tinggal kita lengkapi. Dan saya rasa Bapak Bupati akan sangat mendukung apabila BPPTD Mempawah dapat menjadi Politeknik, karena sebagaimana yang terjadi di Balai yang menjadi Politeknik di daerah lain, itu menjadi rate economic, karena dengan berbagai aktivitasnya itu berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi.” Tutup Sugihardjo.

Kuliah umum dengan tema “Strategi dan Kebijakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dalam Proses Belajar Mengajar Bagi Taruna/i Perhubungan pada masa Pandemi Covid-19” ini diikuti sebanyak 239 Taruna BPPTD Mempawah secara virtual, serta para civitas akademika BPPTD Mempawah, dengan penerapan protokol Kesehatan.

“Kuliah umum ini kami prakarsai dalam rangka membina, membimbing dan mengarahkan serta mengawasi proses belajar dan mengajar bagi taruna/i perhubungan pada masa pandemi covid-19 ini, karena saat ini para taruna kita lakukan pembelajaran jarak jauh.” Pungkas Kepala BPPTD Mempawah, M. Syukri Pesilette.

Bagikan: