LEPAS 202 PERWIRA PELAYARAN NIAGA, KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SIAP PACU EKONOMI DI MASA NEW NORMAL
Siaran Pers 1232 Views
19 September 2021

LEPAS 202 PERWIRA PELAYARAN NIAGA, KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SIAP PACU EKONOMI DI MASA NEW NORMAL

Semarang (18/9) - Kementerian Perhubungan melaksanakan Upacara Bon Voyage atau Pelepasan 202 (dua ratus dua) Perwira Pelayaran Niaga lulusan Diklat Pelaut Peningkatan Tingkat I, II, III, IV dan IV Program Studi Ahli Nautika dan Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Mashudi Rofik pada Sabtu (18/9) di Auditorium M. Pardi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Upacara Bon Voyage Perwira Pelayaran Niaga kali ini mengusung tema "Lulusan PIP Semarang Siap Menyongsong Era New Normal dan Society 5.0 Guna Mewujudkan Konektivitas Logistik Pacu Ekonomi indonesia", tema ini dipilih untuk membangkitkan semangat para wisudawan di tengah kondisi pandemi saat ini.

Dalam sambutannya, Direktur PIP Semarang mengungkapkan bahwa saat ini dunia telah memasuki era digitalisasi yaitu era revolusi industri 4.0, dan dalam waktu dekat akan mulai memasuki era society 5.0 yang secara fundamental akan sangat berpengaruh di berbagai aspek kehidupan termasuk pekerjaan.

"Pemerintah perlu melakukan penyesuaian untuk menghadapi era society 5.0 dan pesatnya perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia", ungkapnya.

Sebagaimana arahan Bapak Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi bahwa SDM merupakan kunci dalam kemajuan transportasi, sehingga lembaga pendidikan transportasi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa depan.

"PIP Semarang sebagai lembaga diklat terus meningkatkan kualitas pendidikan guna menciptakan lulusan yang kompeten di bidang pelayaran", pungkas Direktur PIP Semarang

Di akhir sambutannya, Ia berpesan kepada seluruh wisudawan agar  tidak cepat berpuas diri dan selalu berusaha untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik pengetahuan maupun keterampilan. Pihaknya juga menegaskan bahwa selama menjalani pendidikan di PIP Semarang tidak mentolerir segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus.

Bagikan: