Jakarta (5/5) - Dalam rangka memberikan semangat, motivasi, dan siraman rohani kepada Taruna/i Perguruan Tinggi dan pegawai di Lingkungan Kementerian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) menggelar Ceramah Umum secara virtual. Ceramah Umum ini digelar dengan menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Gus Miftah sebagai penceramah. Ceramah Umum yang mengusung tema ‘Wonderful Ramadhan dan Toleransi Agama dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika’, ini dipandu oleh Kepala PPSDMAP, Murdiyanto, sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Zulfikri mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya BPSDMP dalam memperkokoh peran agama di momen Ramadhan tahun ini dalam membentuk persatuan dan kesatuan masyarakat dalam bingkai bhineka tungal ika.
“Saya berharap melalui Ceramah Umum ini dapat membentuk nilai-nilai toleransi beragama dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika bagi seluruh Taruna/I dan pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan, sehingga diharapkan mampu menciptakan SDM Transportasi yang berbudi pekerti luhur serta menjadi contoh bagi kemajuan bangsa dan negara”. Ungkap Zulfikri.
Selanjutnya, Zulfikri menyampaikan bahwa sekolah sekolah yang ada di lingkungan Kementerian Perhubungan adalah berbasis boarding school atau di asramakan dimana para peserta didik di tempatkan dalam lokasi yang sama dengan perbedaan suku, budaya dan agama, kondisi ini menurut Plt Kepala BPSDMP tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi pengelola pendidikan untuk mampu menumbuhkan rasa toleransi antar peserta didik dan seluruh civitas akademika.
“Sejatinya, kegiatan ini dapat menanamkan sikap toleransi, gotong rotong, dan saling menghargai terhadap keberagaman dan kemajemukan, sehingga nantinya dapat mewujudkan SDM Transportasi yang tidak hanya unggul di bidang transportasi, tetapi juga berkarakter Pancasila.” Pesan Zulfikri.
Senada dengan hal tersebut, Gus Miftah dalam ceramahnya mengungkapkan, bahwa untuk dapat memperkokoh nilai-nilai Persatuan dan Kesatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, yang paling utama bagi para Generasi Milenial saat ini harus dapat mencintai bangsa ini. Namun demikian, Gus Miftah menyayangkan bahwa Pendidikan yang kurang mengakomodir tentang bagaimana kita mencintai Bangsa Indonesia.
Ia menambahkan bahwa dulu kita diajarkan bagaimana kita mencintai bangsa ini, maka pendidikannya support terhadap wawasan kebangsaan, dimana ada pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, kemudian kita diajarkan untuk menghapalkan lagu-lagu kebangsaan, ada kewajiban menghapalkan nama-nama pahlawan, ada Pendidikan moral Pancasila, kewiraan, wawasan kebangsaan. Tidak cukup sampai disitu Gus Miftah juga menambahkan bahwa dulu para siswa dituntut ketika masuk SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi ada Pendidikan lagi namanya penataran P4,
“Itu kesemuanya didesain dalam rangka apa?, menjadikan kita pribadi yang mencintai bangsa ini.”Ungkap Gus Miftah.
Padahal, menurut Gus Miftah, di tengah situasi dan kondisi bangsa saat ini pemahaman kepada terhadap bangsa dan agama harus ditingkatkan. Dimana ada kaul yang sangat populer yaitu Hubbul Wathan Minal Iman, Mencintai Negara adalah merupakan bagian dari iman.
Terhadap Toleransi, Gus Miftah menyebutkan, bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat besar, yang memiliki Enam Agama, dan dijamin kebebasannya oleh UUD 1945. Lebih lanjut iya menyampaikan bahwa menurutnya toleransimu adalah dengan tidak mengganggu aktivitas agama lain, sebagai umat islam sebagaimana yang di ajarkaan kepada kita Innaddina Indallahil Islam, tp bukan berarti kita boleh mengganggu aktifitas umat lain.
“Pemahamannya adalah apapun agamanya yang diakui oleh undang undang berhak menjalankan perintah agamanya dengan tanpa mendapat gangguan dari pihak manapun, jadi Pancasila memberikan kepada kita legalitas untuk melakukan segala bentuk peribadatan dengan nyaman.” tambah Gus Miftah.
Oleh karena itu, Gus Miftah mengingatkan bahwa, sebagai Bangsa Indonesia, yang memiliki agama, suku dan bahasa yang beragam. Maka generasi muda harus menjunjung tinggi Pancasila, yang merupakan Ideologi yang paling tepat yang bisa mempersatukan anak bangsa dengan Bhineka Tunggal Ika yang ada di dalamnya.
Diakhir ceramahnya, Ia berpesan kepada seluruh taruna/I dan pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan agar membangun optimisme tentang kemajuan bangsa Indonesia, sehingga nantinya kita dapat mewariskan nilai-nilai toleransi yang baik dan benar sehingga nantinya bangsa ini bisa menjadi bangsa yang bermartabat walaupun kita berbeda dalam banyak hal.